Di kelas Gentle Birth Balance dan Hypnobirthing yang rutin saya adakan setiap hari di Klinik Bidan Kita, seringkali ada pertanyaan dari para client tentang bagaimana posisi mengejan yang baik. Karena sebagian besar ibu mengaku bahwa di kelas senam hamil yang mereka ikuti di sebagian besar Rumah Sakit, para bidan disana mengatakan bahwa ketika melahirkan, mereka harus mengejan sekuat tenaga dengan cara tertentu. Ada yang menganjurkan untuk menarik nafas sebelumnya kuat kuat lalu menahan nafas lalu mengejan, ada juga yang menganjurkan untuk mengarahkan arah hejanan ke perut ibu, kemudian ada juga yang memberikan contoh bagaimana posisi mengejan yang baik di ruang persalinan, dengan posisi kaki yang disangga dengan alat penyangga kaki (red. Sunggurdi)dan lain sebagainya. Dan kemudian ketika para ibu tersebut membaca sebagian besar artikel di www.bidankita.com, mereka menjadi bingung, karena saya tidak pernah engajarkan mengejan dengan posisi tiduran dengan kaki yang disangga, bahkan saya pernah memposting artikel bahwa melahirkan tidak harus mengejan.

è https://www.bidankita.com/melahirkan-tanpa-mengejan/

è https://www.bidankita.com/bagaimana-cara-mengejan-yang-baik-saat-melahirkan-2/

è https://www.bidankita.com/bagaimana-cara-mengejan-yang-baik-saat-melahirkan/

panduan-audio-hypnofertility-ads

è https://www.bidankita.com/posisi-melahirkan-2/

 

lalu apa jawaban saya apabila ada pertanyaan tentang bagaimana posisi dan cara mengejan saat melahirkan. Maka jawaban saya adalah..baca minimal empat artikel diatas, renungkan lalu ikuti insting Anda.

 

Karena proses persalinan adalah proses yang alami, dan proses yang sangat melibatkan insting.

 

Memang pada kenyataannya atau pada prakteknya di sebagian besar layanan kesehatan baik RS, Klinik, Puskesma atau tempat praktek kebidanan, mereka sebagian besar memerintahkan sang ibu untuk mengejan sekuar tenaga dengan posisi berbaring.

Namun kembali lagi, kepada Anda bahwa KNOWLEDGE is POWER dan ini adalah pilihan.

 

Tentang posisi melahirkan, Para peneliti berhipotesis bahwa mengejan dalam posisi tegak menguntungkan untuk beberapa alasan. Dalam posisi tegak, gravitasi dapat membantu dalam membawa bayi lebih mudah untukdi lahirkan. Selain itu, ketika posisi ibu melahirkan tegak,maka risiko mengompresi aorta ibu menjadi berkurang dan dengan demikian pasokan oksigen yang lebih baik untuk bayi. Posisi tegak juga membantu rahim berkontraksi lebih kuat dan efisien dan membantu bayi mendapatkan posisi yang lebih baik untuk melewati panggul. Akhirnya, bukti X-ray menunjukkan bahwa dimensi sebenarnya dari outlet panggul menjadi lebih luas dalam jongkok dan posisi berlutut / merangkak (Gupta et al. 2012).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here