Perlu Anda Ketahui

Setiap calon ibu tentu menginginkan persalinan yang berjalan mulus tanpa hambatan. namun kenyataan di lapangan berkata lain. Ada banyak sekali kasus komplikasi yang mungkin terjadi yang menyebabkan  persalinan macet di tengah jalan sehingga pada akhirnya diharuskan menjalani caesar. Dan akhir akhir ini, kasus ini semakin banyak di dapati di lapangan.

Apa Itu Persalinan Macet?

Persalinan macet adalah suatu persalinan yang mengalami kemacetan dengan jangka waktu cukup lama atau lebih dari 18 jam pada persalinan anak pertama, dan 12 jam pada persalinan berikutnya sehingga dapat menimbulkan komplikasi, baik pada ibu maupun janinnya. Oleh karena itu, persalinan macet perlu penanganan segera.

Nah sebelum kita lanjutkan pembahasannya, Anda harus bisa membedakan perbedaan diagnose antara persalinan macet dan persalinan lama.

Nah sebuah persalinan harus memasuki  fase aktif persalinan terlebih dahulu sebelum dibedakan kelainannya. Fase aktif ini ditandai dengan terjadinya dilatasi serviks atau pembukaan leher Rahim 4 cm.

Beda Persalinan Lama dengan Macet

Baru setelah itu, dapat dibedakan menjadi persalinan lama atau persalinan macet. (#note: untuk selanjutnya persalinan akan saya sebut dengan istilah medis yaitu PARTUS)

  1. Partus lama terjadi setelah terjadi fase aktif dan pertambahan dilatasi serviks kurang dari 1cm/jam selama paling sedikit 4 jam.
  2. Partus macet terjadi dimana setelah terjadi fase aktif, tidak ditemukan lagi dilatasi serviks selama 2jam atau lebih. Hal ini dapat terjadi karena kontraksi Rahim /uterus yang tidak adekuat, kurang dari 180 unit montevidio

 

Ada banyak Faktor yang menyebabkan terjadinya partus lama maupun partus macet/tak maju.

  1. Psikologis

Kenapa Psikologis menjadi factor no 1? YA, karena lancar atau tidaknya proses persalinan di tentukan oleh kondisi otak, mental dan emosi seorang ibu.

Anda bisa memahami kronologisya dari Link ini, dari penjelasan di youtube channel saya dan di buku buku yang saya tulis tentang Fear Cycle

  1. Power

Power, atau kekuatan, banyak yang berfikir bahwa kekuatan ini adalah kekuatan ibu mengejan. Padahal bukan hanya itu saja, karena banyak sekali klien saya yang berhasil melahirkan tanpa bahkan tanpa mengejan. Anda bisa melihatnya di sini

Namun sebenarnya Power disini pada dasarnya adalah kekuatan otot Rahim untuk berkontraksi. Kekuatan yang lemah saat kontraksi dapat disebabkan karena terjadinya  disfungsi otot uterus yang bersifat hipotonik.

Disfungsi uterus ini banyak penyebabnya, yaitu:

  • Malfungsi otot uterus dapat terjadi karena regangan uterus yang berlebihan, misal pada kehamilan ganda atau hamil dengan bayi besar. Karena terjadinya distensi / regangan otot uterus yang berlebihan, maka kekuatan Rahim untuk berkontraksi menjadi terganggu sehingga persalinan menjadi lama
  • Penggunaan analgesia (obat penghilang rasa sakit) melalui epidural. Pemberian analgesia ini dapat menjadikan persalinan lebih lama, baik persalinan kala satu ataupun kala dua dengan perlambatan kecepatan penurunan janin.
  • Korioamniotis atau infeksi pada selaput ketuban janin yang terlambat didiagnosa dapat memperpanjang waktu proses persalinan
  • Proses persalinan yang melelahkan, dan ibu kekurangan energy, tentu juga menjadi salah satu dari factor Power ini.

Kekuatan Kontraksi otot uterus/ Rahim yang bisa menimbulkan pembukaan/ dilatasi saat persalinan adalah sekitar 15 mmHg. Sedangkan komtraksi rata rata pada saat persalinan adalah 60mmHg. Ketika tekanan atau kontraksi di Rahim kurang dari 15 mmHg, maka proses dilatasi pasti ikut terganggu.

  1. Passage Way

Passage way artinya jalan lahir, yaitu panggul. Dan ketika kita bicara dan membahas tentang panggul, berarti kita juga harus membahas tentang bentuk panggulnya, otot, ligament, fascia dan sendi tulang panggul itu sendiri.