Perut semakin besar, pinggang dan punggung semakin sering terasa tidak nyaman, tulang kemaluan dan selakangan udah sering nyut-nyutan, Tanggal dan Hari perkiraan Lahir sudah terlampui atau sudah lewat, BBM dan Hp (SMS), FB dan Twitter semua isinya menanyakan Kapan lahir? atau Kok Lama Amat? Kok belum lahir-lahir?, tiap kali jalan kaki di pagi hari dan bertemu dengan tetangga atau saudara selalu yang didengar adalah pertanyaan yang sama yaitu itu perutnya udah terlihat turun lho, sepertinya sudah waktunya, kapan lahir mbak?

Galau, Gundah Gulana, Khawatir, itu yang Anda rasakan ketika Umur kehamilan Anda sudah melewati Hari Perkiraan Lahirnya.

Nah berikut ini akan saya ceritakan beberapa kasus yang terjadi dengan klien saya di Bidan Kita. Namun beberapa hal yang perlu di catat adalah, bahwa hamil dan melahirkan itu unik, sehingga antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya belum tentu sama, berikut juga Antara Anda dengan ibu-ibu yangs aya ceritakan disini belum tentu juga sama. Namun harapan saya, cerita ini bisa menjadi referensi bagi Anda.

** Kasus A.

Ny Fransiska, umur 25 tahun, Hamil pertama. Saat itu sengaja Mengeram di Bidan Kita karena saking Galau-nya atau Gundah perasaannya karena umur kehamilannya saat ini sudah menginjak 41 minggu lebih 2 hari. Dimana semua anggota keluarga besar dan sanak saudara sudah ribut menanyakan kapan cucu atau keponakannya lahir. Saking gundahnya hingga Ny fransiska-pun selalu sedih dan enggan melihat Hp. Apalagi menerima telephone dari saudara atau teman yang diduganya paling hanya menanyakan persalinannya yang tak kunjung tiba ini.

Saat itu Bidan Kita belum mempunya USG sehingga saya menganjurkan Ny Fransiska Untuk memeriksakan kondisi dan kesejahteraan janinnya ke dokter spesialis kandungan di daerah saya. 3 jam kemudian ketika Ny Fransiska pulang dari DSOG A. Wajahnya sangat murung dan terlihat sedih karena DSOG A langsung memberikan surat rujukan untuk di induksi atau SC di RS dan melarang kembali ke Bidan Kita. jangan main-main lho bu, ini sudah pengapuran plasentanya dan ketubannya sudah mau habis! Hari ini atau malam ini tetap harus segera di keluarkan. Ini saya berikan surat rujukannya! kata sang DSOG.

Melihat Ny Fransiska yang begitu kacau kondisi emosinya, saya mengusulkan untuk malam itu juga memeriksakan diri lagi ke DSOG yang lain. Namun catatannya adalah saya meminta Ny Fransiska memalsu hari haid mens terakhir sehingga saat periksa itu hitungannya umur kehamilannya masih 39 5 atau 40 minggu-an. (jangan di tiru) mengapa saya mengusulkan demikian karena sebenarnya hanya untuk chross check hasil pemeriksaan by USG saja Antara dokter yang satu dengan dokter yang lain dalam waktu yang berdekatan. Komitmen saat itu adalah jika DSOG B hasilnyapun sama dengan DSOG A, maka induksi atau Sc adalah pilihan yang tepat.

Nah ketika tiba di tempat praktek DSOG B, dan mengaku umur kehamilannya belum genap 40 minggu, ternyata saat di USG, sang dokter mengatakan: Sehat bu, plasenta normal, bagus, ketuban juga cukup, seminggu lagi kontrol lagi ya?

Nah! 2 dokter di waktu yang berdekatan hasilnya beda.!

Akhirnya Ny Fransiska memutuskan untuk tetap stay di Bidan Kita dan relaksasi. Alhasil esok harinya kontraksi menjadi intens, dan persalinan terjadi dalam waktu yang singkat dan dengan proses normal yang nyaman sekali.

**Kasus 2

Ny Kumala, hamil ke tiga, dengan umur kehamilan 40 minggu 4 hari, sama seperti perasaan Ny Fransiska, inipun juga Ny Kumala alami. Hampir tiap hari ibu dan mertuanya menanyakan kok belum?. Hingga kadang Ny Kumala pun merasa engan untuk keluar dari kamarnya. Tiap hari minum jus nanas, makan buah durian, kiwi dan pepaya, tapi kontraksi tidak juga kunjung datang, hingga akhirnya keluarganya pun memaksanya untuk ke rumah sakit untuk periksa. Walaupun hasilnya adalah kondisi bayinya semuanya sehat, tetapi tetap saja keluarga merasa tak sabar. Akhirnya begitu umur kehamilan 41 minggu, keluarga Ny Kumala Memutuskan untuk membawa nya ke Rumah sakit untuk di Induksi. Sudah berbagai upaya dilakukan ny Kumala untuk menolak, namun dia tidak mendapatkan dukungan bahkan dari suaminya sendiri yang ternyata juga panik. takut terjadi apa-apa

Setelah ke rumah sakit dan di induksi, singkat cerita, ternyata proses induksi gagal. Karena bayinya mengalami Distres di induksi botol infus syntocinon ke dua. Ny Kumala pun merasakan kontraksi yang luar biasa sakit. Akhirnya Operasi Sesar adalah pilihan satu satunya saat itu.

Nah tentunya Anda tidak ingin kejadian-kejadian yang seperti kasus-kasus tersebut terjadi dalam kehamilan Anda bukan? Nah cobalah tips terbaik kami untuk bertahan dan tetap tenang ketika bayi Anda tidak kunjung lahir padahal hari perkiraan lahirnya sudah terlewati:

1. Bicaralah dengan dokter atau bidan Anda.