Ayya 4

Aku bangga menjadi praktisi Gentle Birth

Ya itu yang saya rasakan saat ini, walaupun masih banyak sekali teman-teman sejawat yang memandang sebelah mata, mencibir bahkan mengucilkan. Tapi ini adalah pilihanku.

Gentle birth itu masih kontroversi, namun apa sich yang tidak kontroversi di dunia ini?

panduan-audio-hypnofertility-ads

Setelah belajar tentang hypnobirthing, gentle birth , birth trauma, self healing serta psikologi seorang wanita hamil dan bersalin, yang mana ini tidak pernah saya dapatkan di bangku sekolahan, membuat saya semakin belajar dan belajar lagi.

Dan guru saya saat ini adalah para ibu bersalin dan para bayi yang lahir.

 

Saya merasa saya sangat beruntung, karena saya bisa belajar lagi dan memperbaiki “kesalahan-kesalahan” yang pernah saya lakukan di masa lalu, dan saya merasa beruntung karena saya bisa menjadi saluran berkat bagi mereka yang akhirnya bisa melahirkan dengan lancar, nyaman dan minim trauma. Saya juga sangat merasa beruntung karena melalui tangan inilah saya bisa menyambut lahirnya seorang bayi suci kebumi ini dengan penuh kelembutan, penuh cinta dan penuh kasih.

Merubah sebuah paradigma memang tidaklah mudah. Namun BISA!

Merubah mind set seseorang apalagi mind set khalayak ramai bukan suatu hal yang mudah, Namun BISA!

Semua butuh perjuangan, namun saya yakin Tuhan tahu dan mengerti maksud saya. Dan saya yakin Dia mau bukakan jalan untuk itu.

Gentle Birth adalah pilihanku……

Keajaiban Gentle Birth

Gentle birth sebenarnya adalah proses persalinan dimana kita di tuntut untuk kembali merunduk ke alam, mempercayai kekuatan tubuh yang memang didesain untuk melakukan “tugasnya” yaitu melahirkan keturunan.

Gentle Birth sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun ketika tehnologi, politik dan bisnis mulai ada dan lekat dengan proses persalinan dan kelahiran, maka cara yang sangat alami menjadi terlupa dan kemudian akan terasa baru jika hal ini di munculkan kembali.

Ini adalah sejarah tentang proses persalinan dan kelahiran, di Amerika, Dahulu sebelum tahun 1900-an, sebagian besar persalinan di bantu oleh bidan. Sedangkan di Indonesia dahulu dua generasi di atas saya, rata-rata dibantu oleh dukun bayi, Seorang perempuan yang dikenal dengan sentuhannya yang lembut dan ketrampilan mereka tidak di dapat dari lembaga pendidikan atau buku, melainkan dari sesama bidan, melalui pengalaman langsung serta pengetahuan dan keyakinan bahwa proses persalinan adalah peristiwa yang sehat dan alami. Peralatan yang mereka gunakan adalah tangan mereka dan perhatian mereka. Dan saat itu keyakinan dan budaya yang ada adalah bahwa persalinan adalah urusan perempuan, namun semenjak kaum laki-laki ikut masuk dan terlibat dalam dunia kelahiran, maka proses persalinan menjadi sekedar peristiwa mekanis biologis semata. Bagi kaum laki-laki, sistem tubuh seorang perempuan yang melahirkan hampir tidak ada bedanya dengan pompa mekanis belaka, sehingga mereka menciptakan alat-alat yang membuat sistem tersebut bekerja dengan lebih baik dan sesuai dengan waktu yang mereka tentukan.