Optimalkan Posisi Janin

Sering saya mendengar dan membaca pertanyaan pertanyaan dari teman teman bidan dan juga beberapa klien seperti ini:

  • “ Teman saya kemarin crita bahwa persalinanya sangat lama dan sulit karena posisi janinnya mlumah (terlentang _red) aliyas Occiput Posterior (OP). Bagaimana cara mencegahnya dan memastikan saya tidak mengalaminya?”
  • “klien saya pembukaan 3 ke 4 cm membutuhkan waktu berhari hari, lalu pas sudah fase aktif si ibu merasa kesakitan tiap kali kontraksi hingga akhirnya ibunya sudah kecapekan dan endingnya menyerah di pembukaan 6, dan minta di SC. Ternyata posisi janinnya TERLENTANG. Bagaimana caranya supaya posisi janin lebih optimal saat persalinan?”

Jawaban Singkat:

Ketika sudah dalam proses persalinan, dan ternyata posisi janinmu terlentang atau Occiput Posterior (OP), tentu kita tidak bisa berbuat banyak.

Karena seharusnya posisi ini sudah bisa terkoreksi sejak masa kehamilan, jauh sebelum proses persalinan dimulai. Namun sebagai provider yang UPDATE dan sebagai ibu yang CERDAS, otomatis Anda harus mampu dan terampil dalam mengatasinya ketika masalah ini muncul.

Jawaban Panjang:

Saat ini lebih dari 20 penelitian ilmiah yang diterbitkan di berbagai jurnal penelitian tentang bayi OP dan pengaruhnya terhadap persalinan dan kelahiran. Beberapa hasil penelitian yang saya baca, menyatakan bahwa:

  • Bayi OP dapat menyebabkan kontraksi lebih namun tidak menyebabkan pembukaan juga dikenal sebagai persalinan prodromal, dan dengan mengupayakan bayi pada posisi optimal akan membantu memperlancar proses persalinan. Anda dapat mencegah bayi OP dengan mempertahankan postur tertentu dan menghindari pose “leyeh leyeh” selama kehamilan.
  • Nyeri punggung dan tulang ekor yang sangat kuat pada saat persalinan disebabkan oleh bayi OP.
  • Bayi yang OP adalah malposisi dan posisi Occiput Anterior (OA), atau menghadap ke punggung ibu hamil, adalah posisi ideal untuk persalinan dan kelahiran.
  • merangkak (Hands & Knees) adalah posisi terbaik untuk merotasi bayi OP dalam persalinan.
  • Operasi caesar untuk bayi OP seringkali tidak diperlukan.
Baca Juga  Pilihan dalam Melahirkan

Pendapat Para Peneliti

Memang menurut hasil penelitian dan berdasarkan pengalaman selama ini, Ketika posisi janinmu tidak optimal apalagi OP, maka proses persalinan biasanya lebih lama dan lebih menyakitkan, bahkan seringkali terjadi persalinan macet.Namun disini bukan berarti posisi janin posterior saja yang bisa menyebabkan komplikasi atau penyulit dalam persalinan.

Dan Ketika kita fokus pada posisi bayi sebagai penyebab ketidak lancaran persalinan artinya kita percaya pada pemikiran bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu diperbaiki. Bantu ibu untuk tetap relaks dan bisa istirahat, tetapi semakin kita memberitahunya bahwa ada sesuatu yang salah, maka justru hal ini bisa membuat sang ibu semakin banyak stres.

Menurut penelitian, ibu dengan posisi janin OP: 70% ibu melaporkan mengalami nyeri punggung saat persalinan dan 45% mengatakan nyeri terus menerus. Seperti yang akan kita bahas nanti, kita tahu bahwa lebih dari 50% bayi akan mengalami OP di beberapa titik fase dalam persalinan, tetapi hanya 12% yang akan persisten di posterior (Barth, 2015).

Baca Juga  Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Melahirkan Normal Setelah Sebelumnya Melahirkan Secara Sesar

Nah, namun karena seringkali kita sebagai provider selalu berfikir bahwa ibu dengan sakit punggung yang berlebih saat proses persalinan biasanya bayinya posterior(OP), maka seringkali menyebabkan kita lebih fokus pada bayi daripada ibu yang kesakitan.

Padahal bisa saja ada fator factor lain yang bisa menyebabkan sakit punggung saat melahirkan? Misalnya:

  • Ligamentum uterosakral: Ligamen ini menempel pada uterus ke sakrum. Berat bayi dan rahim yang membesar menyebabkan ketegangan pada sakrum dan menyebabkan sakit punggung pada akhir kehamilan. Dalam persalinan, penambahan kontraksi menarik sakrum dan dapat menyebabkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Penggunaan kompres panas dan dingin pada punggung bawah dapat membantu, meredakan nyeri, TENS, dan counter pressure juga sangat membantu meredakan nyeri.
  • Cedera panggul, ketidaksejajaran panggul, atau kelainan Meningkatnya berat janin Disproporsi sefalopelvis Posisi bayi.

References

  1. Ahmad, A., et al. Association between fetal position at onset of labor and mode of delivery: a prospective cohort study. Ultrasound Obsetet Gynecol. 2014; 43: 176-182.
  2. Barth, W.H. Persistent Occiput Posterior. Obstet Gynecol 2015;125:695–709.
  3. Desbriere R, Blanc J, Le Dû R, et al. Is maternal posturing during labor efficient in preventing persistent occiput posterior position? A randomized controlled trial. Am J Obstet Gynecol 2013;208:60.e1-8.Fantu S, Segni H, Alemseged F. Incidence, Causes and Outcome of Obstructed Labor in Jimma University Specialized Hospital. Ethiopian Journal of Health Sciences. 2010;20(3):145-151.
  4. Fantu S, Segni H, Alemseged F. Incidence, Causes and Outcome of Obstructed Labor in Jimma University Specialized Hospital. Ethiopian Journal of Health Sciences. 2010;20(3):145-151.
  5. Hart, J., Walker, A. Management of Occiput Posterior Position. Journal of Midwifery & Women’s Health. 2007;52:508-513
  6. Kariminia A, Chamberlain MF, Keogh J, Shea A. Randomized controlled trial of effect of hands and knees posturing on incidence of occiput posterior position at birth. BMJ 2004;328:490.
  7. Lee, N., et al. ‘Facing the wrong way’: Exploring the Occipito Posterior position/back pain discourse from women’s and midwives perspectives. Midwifery (2015),http://dx.doi.org/10.1016/j.midw.2015.06.003.
  8. Lieberman, E., et al. Changes in fetal position during labor and their association with epidural analgesia. Obstet Gynecol. 2005 May;105(5 Pt 1):974-82.
  9. Ridley, R. Diagnosis and Intervention for Occiput Posterior Malposition. JOGNN. 2007;36:135-143.
  10. Simkin, P. The Fetal Occiput Posterior Position: State of the Science and a New Perspective. Birth. 2010;37:61-71.
  11. Simkin, Penny. ‘The Occiput Posterior Fetus: How Little We Know’. 2005. Presentation.
  12. Stremler, R. et al. Hands-and-Knees Positioning During Labor with Epidural Analgesia. JOGNN. 2009;38:391-398.
  13. Stremler, R. et al. Randomized Controlled Trial of Hands-and-Knees Positioning for Occipitoposterior Position in Labor. Birth. 2005;32:243-251.
Baca Juga  Bayiku Kuning? Bagaimana nich?