Siapa yang pas hamil merasakan, Pegel, Cape, dan pengen hati rasanya di pijat tapi takut kalau kenapa kenapa?

Apakah Pijat Saat Hamil Itu Baik?

Siapa yang ngrasain pengen banget bisa TENGKURAP lalu di massage punggungnya tapi bingung caranya tengkurap dalam konsisi hamil besar begini?

Coba kita ambil pooling ya?

[poll id=”13462″]

[poll id=”13466″]

Nah di artikel ini saya akan sharing tentang pijat pada masa kehamilan ya.

Kebetulan sayapun sangat hobi pijat. Bahkan seminggu sekali palig tidak selalu memanggil praktisi pijat ke rumah untuk bias memijat saya.  Dan bisa dibayangkan jika Anda melakukan pijat, pasti Baik tubuh dan pikiran Anda akan merasa lebih baik setelah pijat. Apalagi ketika berat badan mengalami perubahan drastis dan terjadi perubahan postur juga.

Apakah Pijat aman selama kehamilan

Banyak sekali perubahan anatomi yang terjadi pada ibu hamil. inilah yang menyebabkan perlunya perhatian lebih bagi therapist ketika melakukan pemijatan.

Mulai dari keluhan yang di rasakan oleh ibu hamil yang selalu sangat personal/individual, posisi yang paling nyaman untuk ibu hamil tersebut saat di lakukan pemijatan, hingga tehnik yang harus di terapkan pada masing masing ibu hamil dengan berbagai masalah dan keluhan yang di alami.

Baca Juga  Jangan Potong Tali Penolong Ini! Apalagi Saat Resusitasi!

Apa saja manfaat Massage selama masa kehamilan?

Banyak sekali manfaat dari massage pada ibu hamil ini. Walaupun penelitian belum terlalu banyak, namun beberapa studi menyatakan bahwa pijat pada masa kehamilan bermanfaat:

Mengurangi Pembengkakan – Satu efek umum kehamilan adalah pembengkakan sendi yang disebabkan oleh berkurangnya sirkulasi dan peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah utama. Pijat kehamilan membantu merangsang jaringan lunak dan mengurangi tingkat cairan yang terkumpul di persendian, sehingga mengurangi pembengkakan.

Meredakan Nyeri Saraf – Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tekanan rahim di punggung bawah dan panggul menyebabkan banyak wanita mengalami nyeri saraf di area ini. Pijat kehamilan dapat mengurangi rasa sakit saraf ini dengan melepaskan ketegangan pada otot-otot di sekitarnya. Banyak wanita melaporkan bahwa pijatan membantu mengurangi rasa sakit saraf mereka selama kehamilan.

Mengatur Hormon– Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi pijat dalam perawatan prenatal dapat membantu mengatur hormon, yang pada gilirannya membantu mengatur suasana hati dan meningkatkan kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian di mana wanita hamil menerima pijat dwi-mingguan selama lima minggu, kadar hormon stres kortisol dan norepinefrin berkurang, sementara tingkat serotonin dan dopamin, neurotransmiter yang terkait dengan kebahagiaan, meningkat. Perubahan hormon ini juga menyebabkan lebih sedikit komplikasi selama kelahiran.

Baca Juga  Melindungi perineum dari Robekan akibat Melahirkan

Mengurangi resiko depresi dan kecemasan pada masa kehamilan.

Melakukan pijatan kehamilan juga dapat menempatkan Meningkatkan mood dan semangat ibu. Sehingga membantu Anda dalam keadaan pikiran yang lebih rileks untuk membantu Anda mengatasi semua perubahan besar yang terjadi dalam hidup Anda

Nah jika Anda memutuskan untuk melakukan pemijatan pada masa kehamilan, maka Anda harus komunikatif dengan therapis, ceritakan keluhan yang Anda alami dan komunikasikan pijatan mereka, termasuk posisi yang nyaman atau kurang nyaman saat Anda dilakukan pemijatan.

Bagaimana cara saya berbaring yang AMAN bagi bayi saya di meja pijat ketika saya hamil?

Sejak awal kehamilan, mungkin Anda merasa tidak nyaman berbaring telungkup karena payudara Anda yang mulai bengkak. Dan Anda tidak bisa berbaring telungkup di atas meja pijat tradisional begitu perut Anda mulai tumbuh. Namun ketika Anda pijat di tempat yang mempunyai meja khusus untuk ibu hamil, maka Anda bias dengan tenang, aman dan nyaman untuk tengkurap saat dilakukan pemijatan seperti di Klinik Bidan Kita Klaten. Karena kami menggunakan meja atau bantalan khusus dengan area berlubang dan bantal untuk mengakomodasi perut dan payudara Anda, sehingga Anda dapat berbaring telungkup.

Namun jika tidak tersedia tempat tidur khusus, maka Anda bisa berbaring miring dengan di ganjal beberapa bantal untuk menopang. Jika berbaring telungkup di atas meja pijat kehamilan khusus menekankan punggung bawah Anda, cobalah berbaring miring atau minta terapis Anda untuk membantu Anda menemukan posisi yang nyaman.

Baca Juga  Kuning/Jaundice Pada Bayi Baru Lahir

Dan ingat bahwa itu bukan ide yang baik untuk berbaring telentang, terutama setelah Anda melewati pertengahan kehamilan, karena berat rahim Anda memberikan terlalu banyak tekanan pada vena yang mengembalikan darah dari kaki Anda ke jantung Anda.

Kapan dikatakan pijat prenatal/ pijat masa kehamilan tidak aman?

  • Pijatan pada masa kehamilan mungkin berisiko dalam beberapa situasi, seperti jika:
  • Anda memiliki bekuan darah atau patah tulang.
  • Anda memiliki cedera atau kondisi kulit yang dapat menjadi semakin buruk jika dilakukan pemijatan. Ini termasuk luka bakar, luka terbuka, infeksi kulit, atau eksim.
  • Anda memiliki reaksi alergi terhadap minyak pijat.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang apakah boleh melakukan pijat pranatal, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Silahkan mulai menghubungi KLINIK BIDAN KITA KLATEN untuk melakukan Pijat kehamilan dengan aman dan nyaman

Referensi:

Field T et al. 2008. Massage therapy reduces pain in pregnant women, alleviates prenatal depression in both parents and improves their relationships. Journal of Bodywork and Movement Therapies 12(2):146-150. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19083666 [Accessed June 2020]

Field T et al. 2010. Prenatal depression effects and interventions: A review. Infant Behavior & Development. 33(4):409-418. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20471091 [Accessed June 2020]

UpToDate. 2016. Mild to moderate antenatal unipolar depression: Treatment. https://www.uptodate.com/contents/mild-to-moderate-antenatal-unipolar-depression-treatment [Accessed June 2020]

Van Kampen M et al. 2015. The efficacy of physiotherapy for the prevention and treatment of prenatal symptoms: A systematic review. International Urogynecology Journal 26(11):1575-1586. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25822028 [Accessed June 2020]