Anda tahu kontraksi Anda “nyata” ketika kontraksi lebih sering, berdekatan, dan ketika terjadi secara teratur (tidak ada berhenti dan mulai). Pada persalinan awal, kontraksi Anda biasanya tidak akan terlalu menyakitkan, Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan persalinanmu, kontraksi Anda akan menjadi lebih intens, bertahan lebih lama, dan berjarak lebih dekat. Anda dapat membayangkan kontraksi seperti gelombang: kontraksi memiliki awal, puncak, dan akhir. Interval di antara kontraksi, biasanya ada setidaknya beberapa saat untuk istirahat. Bahkan saat persalinan meningkat, sebagian besar kontraksi persalinan tidak berlangsung lebih dari 60 hingga 90 detik, menurut ACOG.(2)

Takisistol uterus dianggap sebagai pengalaman kontraksi yang terlalu sering, dengan beberapa kontraksi berturut-turut selama periode waktu yang singkat — lima atau enam kontraksi dalam rentang waktu 10 menit. Hal ini membuat ibu hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat, dan dapat membebani sistem tubuh bayinya.

Takisistol uterus atau Uterine Tachysystole adalah satu hal yang baru mulai dipelajari oleh para peneliti, jadi datanya terbatas. Namun, dari data awal yang ada di luar sana, takisistol uterus mungkin sering terjadi. Misalnya, dalam makalah penelitian ACOG tentang takisistol uterus, ibu bersalin dari bayi tunggal dari 10 rumah sakit Perawatan Kesehatan Intermountain dipantau dari Maret 2007 hingga Juni 2009. 50, 335 persalinan terjadi di antara 48.529 wanita. Dalam kelompok itu, ada 7.567 kasus takisistol uterus yang diamati Studi lain, yang diterbitkan dalam The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, mengamati takisistol uterus pada ibu yang tidak menerima obat perangsang persalinan. Studi ini menemukan bahwa 11% ibu yang melahirkan memiliki setidaknya ada satu klien yang mengalami episode takisistol uterus

Apa Penyebab Tachysystole? Dalam studi yang diterbitkan oleh ACOG terhadap wanita yang melahirkan di rumah sakit Intermountain Healthcare, ada beberapa faktor yang membuat mereka lebih mungkin mengalami takisistole uterus.(1)

panduan-audio-hypnofertility-ads

Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Penggunaan obat perangsang persalinan, seperti oksitosin atau misoprostol
  • Penggunaan epidural untuk manajemen nyeri
  • Induksi persalinan
  • Preeklamsia
  • Hipertensi

dalam penelitian ini, seorang ibu bersalin dua kali lebih mungkin mengalami episode takisistol uterus jika mereka diberi oksitosin selama persalinan.