GELOMBANG RAHIM aliyas KONTRAKSI merupakan satu hal yan PALING PENTING pada proses persalinan. Karena proses persalinan tidak akan terjadi apabila tidak ada kontraksi.

Saat proses persalinan, kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk pergi ke RS atau Klinik juga ditentukan dari sudah teratur atau belum, sudah intens atau belum kontraksi Anda.

Walaupun beberapa orang menganggap gelombang Rahim (aka kontraksi) ini adalah Sesutu yang terasa kurang nyaman hingga menyakitkan, namun karena kontraksi ini dianggap penting, sehingga kontraksi ini dianggap sesuatu hal yang HARUS TERJADI, dan kontraksi adalah sesuatu yang dipandang baik, karena melakukan pekerjaan penting dalam proses persalinan.

Nah namun pernah tidak Anda mengalai kontraksi yang TERLALU BANYAK, TERLALU SERING atau bahkan TERLALU KUAT sehingga bisa berbahaya bagi Anda atau bayi Anda?

Mari kita lihat apa yang terjadi ketika Anda mengalami kontraksi rahim yang abnormal atau berlebihan — khususnya jenis kontraksi abnormal yang dikenal sebagai takisistol uterus (Uterine Tachysystole).

Memahami Uterine Tachysystole Dalam makalah penelitian tahun 2013, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) meminta para dokter untuk berhenti menyebut jenis kontraksi ini sebagai “hiperstimulasi” dan “hiperkontraktilitas,” tetapi mendesak mereka untuk mengadopsi istilah “tachysystole” (TS).(1)

Menurut ACOG, takisistol uterus didefinisikan sebagai lima kontraksi dalam periode waktu 10 menit. Meskipun takisistol uterus dapat terjadi selama semua jenis persalinan, kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan kelahiran di mana obat perangsang persalinan diberikan atau obat induksi diberikan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, tetapi beberapa penelitian telah mengaitkan takisistol uterus dengan masalah detak jantung janin, solusio plasenta, peningkatan kemungkinan tinggal di unit perawatan intensif neonatal (NICU), dan penurunan oksigenasi janin.

 

Takisistol Uterus vs. Kontraksi Normal

Dalam beberapa minggu menjelang persalinan dan persalinan, Anda akan mengalami beberapa jenis kontraksi. Sebelum persalinan dimulai, Anda akan mengalami “latihan” kontraksi yang dikenal sebagai kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks. Jenis kontraksi ini bisa menjadi tidak nyaman tetapi tidak menyebabkan serviks Anda membuka atau bayi Anda bergerak ke jalan lahir seperti yang terjadi pada kontraksi persalinan yang asli.

Anda tahu kontraksi Anda “nyata” ketika kontraksi lebih sering, berdekatan, dan ketika terjadi secara teratur (tidak ada berhenti dan mulai). Pada persalinan awal, kontraksi Anda biasanya tidak akan terlalu menyakitkan, Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan persalinanmu, kontraksi Anda akan menjadi lebih intens, bertahan lebih lama, dan berjarak lebih dekat. Anda dapat membayangkan kontraksi seperti gelombang: kontraksi memiliki awal, puncak, dan akhir. Interval di antara kontraksi, biasanya ada setidaknya beberapa saat untuk istirahat. Bahkan saat persalinan meningkat, sebagian besar kontraksi persalinan tidak berlangsung lebih dari 60 hingga 90 detik, menurut ACOG.(2)

Takisistol uterus dianggap sebagai pengalaman kontraksi yang terlalu sering, dengan beberapa kontraksi berturut-turut selama periode waktu yang singkat — lima atau enam kontraksi dalam rentang waktu 10 menit. Hal ini membuat ibu hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat, dan dapat membebani sistem tubuh bayinya.

Takisistol uterus atau Uterine Tachysystole adalah satu hal yang baru mulai dipelajari oleh para peneliti, jadi datanya terbatas. Namun, dari data awal yang ada di luar sana, takisistol uterus mungkin sering terjadi. Misalnya, dalam makalah penelitian ACOG tentang takisistol uterus, ibu bersalin dari bayi tunggal dari 10 rumah sakit Perawatan Kesehatan Intermountain dipantau dari Maret 2007 hingga Juni 2009. 50, 335 persalinan terjadi di antara 48.529 wanita. Dalam kelompok itu, ada 7.567 kasus takisistol uterus yang diamati Studi lain, yang diterbitkan dalam The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, mengamati takisistol uterus pada ibu yang tidak menerima obat perangsang persalinan. Studi ini menemukan bahwa 11% ibu yang melahirkan memiliki setidaknya ada satu klien yang mengalami episode takisistol uterus

Apa Penyebab Tachysystole? Dalam studi yang diterbitkan oleh ACOG terhadap wanita yang melahirkan di rumah sakit Intermountain Healthcare, ada beberapa faktor yang membuat mereka lebih mungkin mengalami takisistole uterus.(1)

Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Penggunaan obat perangsang persalinan, seperti oksitosin atau misoprostol
  • Penggunaan epidural untuk manajemen nyeri
  • Induksi persalinan
  • Preeklamsia
  • Hipertensi

dalam penelitian ini, seorang ibu bersalin dua kali lebih mungkin mengalami episode takisistol uterus jika mereka diberi oksitosin selama persalinan.

 

Faktor Resiko

Sekali lagi, memahami takisistol uterus dan efeknya pada wanita dan bayi yang melahirkan adalah hal yang relatif baru. Sejauh ini, ada beberapa alasan untuk diyakinkan bahwa mengalami takisistol uterus tidak akan berdampak signifikan pada Anda atau bayi Anda. Namun, ada juga beberapa alasan untuk mulai memperhatikan kasus takisistol uterus ini.

Perubahan Denyut Jantung Janin dan Penurunan Oksigen

Dalam sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology, takisistol uterus sangat terkait dengan perlambatan denyut jantung janin. ACOG menyatakan, peningkatan kontraksi dan kejadian takisistol uterus dapat menyebabkan penurunan oksigen ke janin serta perubahan detak jantung janin. Dalam penelitian mereka tentang wanita bersalin di rumah sakit Intermountain Healthcare, seperempat dari semua kasus takisistol uterus terjadi penyimpangan detak jantung janin.(4)

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine menemukan hubungan antara takisistol uterus dan masalah detak jantung janin. Selain itu, ibu yang mengalami takisistol uterus lebih berpotensi dilakukan operasi caesar, dan bayinya lebih cenderung membutuhkan perawatan NICU. Namun, penelitian menemukan bahwa bayi-bayi ini cenderung tidak memiliki skor Apgar yang rendah saat lahir atau menunjukkan tanda-tanda cairan ketuban mengandung mekonium. (3)

Jika Anda sedang hamil dan khawatir tentang takisistol uterus atau pernah mengalaminya selama persalinan, Anda harus membicarakan masalah Anda dengan dokter atau bidan yang merawatmu. usahakan Mengurangi penggunaan obat perangsang persalinan, alias mengurangi intervensi induksi. Bagaimanapun, ingatlah bahwa sebagai pasien dan sebagai orang tua, Anda memiliki hak untuk mendiskusikan kekhawatiran Anda dengan provider Anda, mengajukan pertanyaan apa pun yang ada di pikiran Anda, dan menganjurkan hasil terbaik untuk Anda dan bayi Anda.

Selamat memberdayakan diri dan ingat KNOWLEDGE is POWER.

 

Referensi:

Esplin M, Henry E, Heuser C, et al. Tachysystole in term labor: incidence, risk factors, outcomes, and effect on fetal heart tracings. 2013;209(1):p32.e1-32.e6. doi:https://doi.org/10.1016/j.ajog.2013.04.004.

The American College of Obstetricians and Gynecologist. How to Tell When Labor Begins. Updated May 2020.

Ahmed A, Aldhaheri S, Haberman S, Minkoff H, Sakr S, Zhu L. Uterine tachysystole in spontaneous labor at term. Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine. 2016;29(20):3335-3339. https://doi.org/10.3109/14767058.2015.1125463.

Alexander J, Bleich A, Leveno K, Lo J, McIntire D, Stewart R. Defining uterine tachysystole: How much is too much?. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2012;207(4):290e1-290.e6. doi:https://doi.org/10.1016/j.ajog.2012.07.032.

Additional Reading

Leathersich SJ, Vogel JP, Tran TS, Hofmeyr GJ. Acute tocolysis for uterine tachysystole or suspected fetal distress. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2018;7(7):CD009770. doi:10.1002/14651858.CD009770.pub2.