Bidan Kita

Home Blog Page 18

Mengenal Homeophaty untuk perlancar proses persalinan, Terapi alernatif sebagai pelengkap dalam upaya melahirkan nyaman

Homeopathy Dalam Persalinan

Gelisah, takut terjadi sesuatu pada dirinya dan bayinya, tidak percaya diri, tidak yakin bahwa dia bisa melahirkan, trauma dengan kondisi dan situasi rumah sakit, takut dengan rasa nyeri yang akan di alami, takut darah atau banyak sekali rasa takut yang dialami ibu hamil dan bersalin, membuat tubuhnya pun berespn dan justru ini membuat proses persalinan acap kali menjadi lebih menyakitkan dan tidak lancar.

Sang ibu kelelahan, rasa nyeri semakin menjadi dari perut, pinggang sampai pangkal paha. Bahkan seringkali kakinya kram. Kontraksi semakin kuat namun frekuensi dan intensitas masih acak, ketika dilakukan pemeriksaan dalam ternyata masih pembukaan 3 cm. kontraksi yang terjadi belum sepenuhnya terfokus pada leher rahim,

Ketika sedang berada dalam situasi demikian, seorang ibu bersalin biasanya semakin frustasi, dan menjadi mudah marah, rasanya ingen meremas dan memukul sesuatu, rasa sakit menjadi tak tertahankan – hingga akhirnya dia menangis, tidak yakin apa yang harus dilakukan, tidak percaya diri apakah dia akan mampu melewati serangkaian proses yang dirasanya berat ini hingga akhir. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk GIVE UP.

Tidak ada yang bisa membantah bahwa ketika seorang wanita berada dalam kondisi melahirkan, dia akan sangat intens secara fisik dan emosional. Karena melahirkan itu

melibatkan proses di mana seorang wanita harus membuka penuh (fisik, energy dan spiritual) dan siap untuk melahirkan.

‘bertujuan untuk menginspirasi dan mendukung praktek kelahiran normal untuk memaksimalkan kesempatan bagi perempuan untuk mengalami kelahiran normal dan mengurangi intervensi medis yang tidak perlu’ (RCM, 2005).

Homeoopati

Homeopati adalah obat alternatif dan komplementer yang digunakan dengan cara holistik untuk merangsang kemampuan tubuh sendiri untuk menyembuhkan. Hal ini didasarkan pada prinsip yang dikenal sebagai ‘Hukum Kesamaan’, yang menyatakan bahwa zat yang dapat menyebabkan gejala jika diberikan kepada orang-orang yang sehat dapat membantu untuk menyembuhkan mereka yang menderita gejala yang sama.

Misalnya, persiapan homeopati terbuat dari kopi dapat meringankan insomnia sementara persiapan bawang homeopati cocok gejala demam seperti mata menyengat dan berair. obat homeopati diterapkan untuk berbagai kondisi akut dan kronis.

Obat ini berbeda dari obat-obatan herbal seperti yang diencerkan. Dalam prakteknya homeothapic, tingtur terguncang ( ‘succussed’) dan ini diyakini melepaskan ‘energi’ bahan asli ke dalam air. Satu tetes tinkture ini kemudian diencerkan menjadi 99 tetes air dan dikocok lagi.

Prinsip homeopati menyatakan bahwa sebagai substansi diencerkan, itu menjadi semakin ber- ‘energi’ dan ‘potentised’. Sehingga ketika substansi telah diencerkan dan succussed enam kali, itu dikenal sebagai 6C. Ketika telah diencerkan dan terguncang 30 kali, diberi label 30C. Ini adalah potensi yang tersedia untuk dijual.

Potensi ini sangat baik dan benar aman (UK Parlemen, 2004) karena itu homeopathy sangat ideal untuk digunakan oleh wanita ketika mereka hamil dan menyusui.

Dosis minimum

Salah satu prinsip penting dari homeopati adalah bahwa dari ‘dosis minimum’ dan ‘gangguan minimum’. Sebuah obat tunggal diberikan dan responnya selalu diamati. seorang homeopath mungkin meresepkan hanya satu tablet dan dosis yang tidak dapat diulang selama satu bulan.

Heartburn saat Hamil? Bagaimana Mengatasinya?

Efek Samping Kehamilan

Walaupun Anda merasa bahagia dengan adanya manusia kecil yang sedang tumbuh di dalam Anda, tidak dapat dipungkiri bahwa kehamilan juga mempunyai efek samping yang terkadang membuat Anda merasa tidak nyaman. Salah satunya adalah heartburn. Heartburn adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh ibu hamil. Walaupun tidak ada hubungannya dengan jantung, tapi heartburn adalah sensasi terbakar yang biasanya dirasakan di area dada, dimana jantung berada. 

Apa penyebabnya

Pada umumnya, heartburn akan terjadi ketika katup diantara lambung dan esofagus tidak berfungsi dengan baik sehingga asam lambung naik hingga esofagus dan mengiritasi lapisan esofagus yang sensitif. Di awal kehamilan, tubuh Anda akan memproduksi hormon progesteron dan relaxin dalam jumlah yang besar yang akan merilekskan jaringan-jaringan otot yang ada di seluruh tubuh Anda, termasuk otot pencernaan Anda dan katup diantara lambung dengan esofagus yang telah dibahas sebelumnya. Efeknya, makanan akan diproses labih lambat dari biasanya, menyebabkan masalah perncernaan dari sembelit, kembung, hingga heartburn.

Heartburn juga umum terjadi pada trimester ketiga karena rahim yang membesar memberi tekanan pada lambung dan usus Anda dan tekanan tersebut terkadang juga akan mendorong isi perut atau asam lambung kembali ke esofagus.

4P dalam Persalinan

Komponen Proses Persalinan

Persalinan merupakan suatu peristiwa yang indah dan kompleks. Ada beberapa faktor dan komponen yang harus bekerja sama agar peristiwa ini dapat terjadi dengan sukses. Komponen ini dapat disebut dengan “4P”. Komponen ini dapat menentukan segalanya seperti kapan dan bagaimana bayi Anda akan lahir.

Jika persalinan ibarat suatu mesin, “4P” ini adalah roda giginya. Jika salah satu roda gigi hilang atau tidak sejajar, maka seluruh mesin tidak akan berfungsi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui keempat hal ini sehingga Anda dapat lebih mengerti bagaimana tubuh Anda bekerja dan dapat membuatnya lebih optimal sehingga Anda dapat memperoleh pengalaman persalinan yang positif.

Passanger (Penumpang)

Passanger adalah penumpang yang tentu saja di dalam konteks ini berarti bayi Anda. Percaya atau tidak, bayi Anda mempunyai peranan penting dalam menentukan bagaimana mereka akan dilahirkan, karena pada dasarnya, bayi Andalah yang menentukan kapan ia akan dilahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa paru-paru bayi dapat mengeluarkan protein tertentu ketika mereka sudah siap untuk dilahirkan. Protein ini akan memberi sinyal pada tubuh sang ibu untuk mulai mempersiapkan persalinan. Membuat tubuh Anda mulai memproduksi oksitosin dalam jumlah besar untuk persalinan dan memastikan bayi Anda sudah berkembang sepenuhnya dan siap untuk lahir di dunia.

Ketika semuanya sudah siap, bayi Anda secara naluriah akan bergerak melewati panggul Anda. Memutar, menundukkan kepalanya, dan melakukan pergerakan lain untuk dapat lahir ke dunia.

Dalam proses persalinan, Anda dan bayi Anda berada di dalam tim yang sama dan harus bekerja sama agar persalinan Anda dapat berjalan dengan lancar. Walaupun bayi Andalah yang menentukan kapan ia akan dilahirkan, namun Andalah yang dapat menentukan posisi dan presentasi kepala bayi Anda lewat kebiasaan dan postur Anda sehari hari.

Maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk memberdayakan diri dan memastikan bahwa bayi Anda berada di dalam posisi yang seoptimal mungkin untuk persalinan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai posisi bayi, klik disini.

Power (Kekuatan)

Power yang dimaksud disini adalah kekuatan yang dapat mendorong bayi Anda melewati jalan lahir, atau singkatnya adalah kontraksi atau gelombang cinta. juga stamina dan NIAT Anda. Kontraksi ini harus cukup kuat untuk melebarkan serviks Anda dan membantu bayi Anda untuk keluar melewati jalan lahir.

Apa Itu PUPPS (Puritic Papules and Plaque of Pregnancy) ?

Pengertian PUPPS

PUPPS yang dimaksud disini bukanlah buang air besar ataupun anak anjing. PUPPS merupakan singkatan dari Puritic Uritical Papules and Plaques of Pregnancy. Terdengar rumit memang, singkatnya PUPPS adalah kondisi kulit yang umum terjadi pada saat persalinan berupa ruam di perut. Ruam ini dapat menyebabkan iritasi, rasa gatal dan bahkan terkadang sampai terasa menyakitkan hingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi sang ibu.

Kapan Ini Terjadi?

PUPPS biasanya terjadi di trimester ketiga atau setelah 35 minggu. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa kondisi ini bisa datang lebih awal. Walaupun kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, berita baiknya adalah kondisi ini tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi.

Kondisi ini biasanya hilang dengan sendirinya, bahkan ada beberapa ibu yang bilang bahwa kondisi ini akan menghilang setelah melahirkan, namun hal ini bukan berarti tidak dapat mengobatinya.

PUPPS tidak berhubungan dengan preeklamsia, kecacatan janin, penyakit autoimun, atau komplikasi hormonal. Selain itu, kondisi kulit yang satu ini tidaklah menular, jadi Anda masih dapat bebas berpelukan dengan anak atau pasangan Anda.

Apa Gejalanya?

Rasa gatal adalah bagian terburuk dari PUPPS. Selain bercak-bercak atau garis merah yang menyebabkan rasa gatal di area perut, berikut ini adalah tanda dan gejala lain yang harus Anda perhatikan:

  • Stretch marks, yang mana merupakan gejala paling awal
  • Ruam yang terasa sangat gatal
  • Bercak merah atau adanya area kulit yang menjadi kemerahan
  • Eksim seperti lesi
  • Rasa gatal dan bercak merah dimulai dari area perut dan lalu menyebar
  • Lecet

PUPPS dimulai dengan bentol-bentol kecil yang gatal dan lama-kelamaan akan mulai memerah. Pada awalnya mungkin mereka akan terlihat seperti stretch marks di area perut dan semakin lama stretch marks tersebut akan meluas ke daerah lain seperti dada, tangan, ketiak, dan punggung. Namun bagaimanapun juga, PUPPS tidak menyebar ke wajah, telapak tangan, telapak kaki, dan juga pusar.

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama dari PUPPS belum diketahui. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil dapat terkena PUPPS karena alasan berikut: 

  1. Perut yang meregang

Membawa beban tambahan di perut Anda dapat memberikan tekanan di jaringan ikat yang ada di perut Anda. Tekanan semacam ini dapat menyebabkan timbulnya stretch marks dan nantinya dapat menimbulkan pembengkaan yang dapat berlanjut menjadi PUPPS di perut Anda.

  1. Sel janin yang bermigrasi

Saat berada di dalam kandungan, sel janin Anda akan bermigrasi di tubuh Anda, termasuk di kulit Anda. Terkadang, saat sel tersebut ada dalam jumlah yang banyak, sistem pertahanan di kulit Anda akan menganggap sel tersebut sebagai sel asing yang berbahaya.

Hal ini akan memicu terjadinya reaksi pertahanan di tubuh Anda dan menyebabkan timbulnya PUPPS. Migrasi sel ini seringkali terjadi di janin laki-laki. Penelitian menemukan bahwa 60% sampai 70% wanita yang mengalami PUPPS mempunyai DNA laki-laki di ruam kulitnya.

  1. Adanya organ yang terbebani

Hati Anda adalah organ yang berfungsi untuk membersihkan tubuh Anda dan menyaring racun racun yang ada di tubuh Anda. Ada teori yang mengungkapkan bahwa saat persalinan, hati Anda dapat terbebani dengan jumlah racun yang terlalu banyak. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan warna kulit dan adanya ruam.

Apa yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PUPPS?

Anda akan lebih beresiko untuk terkena PUPPS jika Anda:

  • Hamil untuk pertama kalinya

Ibu yang sedang mengandung anak pertamanya akan lebih beresiko terkena PUPPS karena saat Anda hamil untuk pertama kalinya, kulit yang berada di perut Anda masih sangat ketat karena belum pernah ter-regang dari kehamilan yang sebelumnya. Namun hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa PUPPS dapat terjadi di kehamilan berikutnya. Bagaimanapun juga, biasanya PUPPS tidak menyerang di lebih dari satu kehamilan.

  • Hamil anak kembar

Ibu yang mempunyai ukuran fundus yang besar atau para ibu yang hamil anak kembar biasanya lebih beresiko untuk terkena PUPPS.

  • Hamil anak laki-laki

Walaupun belum ada penelitian lanjutan mengenai teori ini, namun statistik menunjukkan bahwa 70% dari para ibu yang terkena PUPPS mengandung bayi laki-laki.

  • Keturunan genetik

Yang menarik adalah bahwa ternyata PUPPS dapat diturunkan dan dilacak dari sisi ayah Anda.

Bagaimana cara mengobatinya?

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan rasa gatal yang ditimbulkan oleh PUPPS, ada juga cara alami yang mungkin dapat mencegah atau mengurangi PUPPS. Berikut ini adalah beberapa obat alami yang dapat Anda coba:

  1. Jus sayur

Mengkonsumsi jus sayur merupakan cara yang baik untuk membersihkan dan mendetoksifikasi tubuh Anda. Walaupun beberapa ibu yang telah mencoba teknik ini mengungkapkan bahwa teknik ini sangat membantu, namun, belum ada bukti klinis yang membuktikan bahwa cara ini dapat menyembuhkan PUPPS. Bagaimanapun juga, tidak ada ruginya untuk mencoba teknik ini karena teknik ini juga dapat menyembuhkan kekurangan zat besi dalam tubuh Anda.

  1. Memakai pelembab

Apakah Operasi Caesar dapat Mempengaruhi Masa Menyusui?

Tantangan Operasi Caesar

Saat ini tingkat Operasi Caesar di Indonesia terus menerus meningkat. banyak hal dan banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.

Memang sih harusnya ini menjadi tandatanya besar bagi Anda. namun lagi lagi kenyataan di lapangan inilah yang terjadi.

Nah, Karena operasi caesar adalah suatu operasi besar, tentu saja hal ini akan memberi beberapa tantangan bagi para ibu yang ingin menyusui. pada dasarnya Operasi caesar dapat mempengaruhi masa menyusui, baik yang direncanakan atau tidak direncanakan. Namun, tentu saja hal ini bukan berarti Anda tidak dapat atau tidak boleh menyusui.

Maka dari itu sangat penting untuk memberdayakan diri dan mengetahui terlebih dahulu apa efek operasi caesar terhadap masa menyusui sehingga Anda dapat mengatasi masalah yang akan ada dan dapat menyusui si kecil dengan sukses.

Berikut ini merupakan beberapa tantangan yang akan Anda hadapi dalam menyusui jika Anda melahirkan melalui operasi caesar:

  1. Penundaan dalam menyusui dini

Setelah operasi sesar, mungkin akan ada penundaan dalam menyusui. sebagian besar ibu yang dilakukan operasi caesar tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) seperti sebagaimana mestinya.

Pada dasarnya Kontak fisik dengan bayi Anda sesegera mungkin setelah bayi Anda lahir akan membantu untuk mempercepat proses menyusui di jam-jam pertama bayi Anda. Namun, bagaimanapun juga semua ini tergantung dengan tipe anestesi (bius) yang Anda dapatkan.

Jika Anda mendapat bius total, biasanya akan ada penundaan sampai ASI pertama si kecil selama beberapa jam sampai efek bius menghilang. Jika Anda mendapatkan epidural atau bius di tulang belakang, mungkin Anda dapat mulai menyusui saat Anda masih berada di ruang operasi atau segera setelah Anda dipindahkan ke ruang pemulihan. terkadang pun dilakukan IMD hanya sebagai “Formalitas” belaka karena si bayi segera harus dilakukan penanganan dan perawatan serta pemeriksaan oleh dokter anak di ruang lain.

fyi: IMD harusnya di lakukan minimal 1 jam langsung setelah bayi lahir.

Puasa saat Menyusui? hhhmmm ….Memungkinkankah?

Puasa Saat Menyusui

Besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan mungkin Anda akan mulai bertanya-tanya “jika saya sedang menyusui, apakan memungkinkan untuk tetap berpuasa ?”, “apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayan saya dan bayi saya ?”, dan masih banyak lagi.

Disini, kita akan membahas tentang puasa saat menyusui dan beberapa tips untuk mempersiapkannya jika Anda tetap memutuskan untuk berpuasa.

Haruskah saya berpuasa saat menyusui ?

Jika Anda sedang menyusui, Anda tidak diwajubkan untuk berpuasa saat bulan Ramadan. Sebagian besar umat Muslim percaya bahwa ibu menyusui diijinkan untuk tidak ikut berpuasa. Jika Anda tidak ikut berpuasa karena harus menyusui, Anda dapat menggantinya dengan berpuasa di lain waktu, atau fidyah.

Keputusan Anda mungkin dapat dipengaruhi oleh umur bayi Anda. Bayi yang berumur kurang dari 6 bulan dan menerima ASI ekslusif mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan anak 1 tahun yang mengkonsumsi makanan lain dan hanya disusui di malam hari.

Jika Anda ragu, Anda dapat mendiskusikan pilihan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang mempunyai pengalaman berpuasa saat menyusui. Anda juga dapat menanyakan ke dokter atau ahli agama.

Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan bayi saya ?

Jika Anda membutuskan untuk tetap berpuasa, keputusan Anda tidak akan melukai bayi Anda karena tubuh Anda tetap akan memproduksi ASI seperti biasa. Tidak mengkonsumsi apapun dari sahur sampai buka mungkin akan mengurangi pemasukan kalori di dalam tubuh Anda, namun hal ini tidak akan mempengaruhi jumlah ASI yang Anda produksi.

Ketika tubuh Anda telah membakar energi dari makanan yang Anda konsumsi, tubuh Anda akan beradaptasi dan menggunakan energi dari sumber yang lain. Pertama tama, tubuh Anda akan membakar kalori dari gula darah Anda, dan setelah itu tubuh Anda akan mengubah lemak yang ada di tubuh Anda menjadi gula darah. Proses ini akan menjaga Anda sampai makanan Anda yang selanjutnya.

Belum ada cukup penelitian yang menunjukkan seberapa besar berpuasa dapat mempengaruhi menyusui. Namun, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa berpuasa dapat menyebabkan penyapihan prematur, tapi masalah ini hanya akan muncul setelah puasa yang berkepanjangan (seperti saat Ramadan). Berpuasa dalam jangka waktu yang pendek seharusnya tidak akan mempengaruhi ASI.

Namun, bagaimanapun juga, berpuasa dalam jangka waktu panjang dapat mengubah kandungan ASI Anda. Kadar beberapa vitamin dan mikronutrien mungkin akan berubah. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kadar zinc, magnesium, dan potassium akan berkurang jika sang ibu berpuasa saat menyusui.

Namun bagaimanapun juga, hal ini sangat bergantung dengan kandungan nutrisi dan energi yang disimpan oleh tubuh Anda. Saat Anda berpuasa dalam jangka waktu yang lama, tubuh Anda akan menghabiskan cadangan energi dan nutrisi yang disimpan tubuh Anda terlebih dahulu sebelum mempengaruhi ASI Anda, sehingga bayi Anda dapat terus berkembang dan mendapat nutrisi yang seimbang bahkan jika tingkat gizi mikronutrien menurun selama jam-jam puasa.

Apakah berpuasa saat menyusui dapat membahayakan kesehatan saya ?

Tubuh Anda kemungkinan besar dapat menerimanya dengan baik. Bagaimanapun juga, jika Anda berpuasa untuk watu yang lama, maka akan ada resiko untuk mempunyai gula darah rendah. Jika Anda mulai merasakan efek puasa di tubuh Anda, maka berhentilah berpuasa untuk sejenak.

Puasa saat Hamil? Apa Resikonya?

Puasa Atau Tidak Ya?

Kehamilan adalah salah satu tahap terpenting dan tahapan yang mampu mengubah hidup Anda, sehingga merawat tubuh Anda selama “fase transisi” ini sangatlah penting.

Moment pra paskah, atau pun juga moment Ramadhan terkadang bertepatan dengan saat Anda sedang hamil.

Jika Anda memutuskan untuk berpuasa saat sedang hamil di moment tersebut (pra paskah  atau Ramadhan), sangat penting untuk memperhatikan dengan cermat sinyal tubuh Anda dari segala keletihan atau kelelahan.

Menyadari tentang tahapan kehamilan Anda merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan ketika membuat keputusan apakah berpuasa atau tidak selama kehamilan Anda.

Puasa Saat Hamil

Memang ketika  kita mulai dihadapkan dengan ilmu pengetahuan dan agama dan juga kemantapan hati, seringkali kita menjadi sidikit mengalami kesulitan atau lebih tepatnya “keraguan” untuk melangkah atau mengambil keputusan.

Namun sebenarnya semua bisa di selaraskan. misalnya pada kasus puasa bagi ibu hamil.
kurasa semua agama mempunya kebijakan tersendiri berkaitan dengan hal ini. Yang mana intinya adalah ibu hamil diperbolehkan untuk tidak puasa saat hamil terutama jika ada hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kondisi tubuh dan janinnya.

Namun kasus yang sering terjadi adalah:

“ aku kuat kok!”

“ Aku gak ada keluhan selama puasa kok!”

Alasan Ilmiah , kenapa rasa sakitnya disini (B*k*ng)

Yang Wajib Anda Ketahui

Tau gak alasannya kenapa kok saat proses kontraksi dan pembukaan persalinan biasanya bagian tubuh yang paling tidak nyaman adalah daerah bok*ng?

Coba deh di inget inget bagi Anda yang sudah pernah melahirkan atau diinget inget cerita para ibu yang sudah melahirkan, pada saat kontraksi sudah intens, biasanya ini yang mereka inginkan:

bahkan di kelas kelas persiapan persalinan, biasanya tehnik tehnik ini di ajarkan di kelas:

saat kontraksi datang, hampir semua ibu otomatis langsung meremas bok*ng mereka dan POKOKNYA penginnya ya area itu di massage lah, di elus lah, di kompres lah atau dia apakan aja yang penting jadi nyaman.

nah saya akan jelaskan secara ilmiah ya? kok bisa begitu?

OTOT RAHIM

jadi gini, otot rahim adalah otot yang lebar, besar, kuat dan berlapis lapis.

Proses kontraksi adalah proses Menegang dan merileksnya (“berdenyut”) otot rahim.
ada tiga (3) lapis pada otot rahim.

Inner Layer

adalah lapisan dalam yang punya peranan inti dan luar biasa pada saat proses persalinan, dimana lapisan ini memiliki serat yang berputar seperti karet gelang. Tugas lapisan otot paling dalam ini  adalah menutup leher rahim dan “memegang” atau menjaga product kehamilan di dalam rahim.

Middle Layer

Lapisan tengahnya adalah otot polos. seperti kebanyakan organ lain.

Outer Layer

Kemudian Lapisan Luar adalah lapisan otot yang memiliki serat memanjang dari bawah dampai atas rahim. Serat ini memiliki tugas untuk menarik leher rahim supaya bisa terbuka. INI adalah lapisan otot yang paling meregang selama kontraksi. dan lapisan ini jugalah yang mendorong product kehamilan keluar.

Bengkak Pascapersalinan? Bagaimana Mengatasinya?

Yang Perlu Anda Ketahui

Bengkak (edema) pascapersalinan adalah kondisi yang sering terjadi. Terkadang, Anda juga akan bengkak di sekitar wajah, perut, dan pergelangan kaki. Biasanya, bengkak akan mulai menghilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu.

Mungkin Anda juga akan mengalami bengkak di area sayatan, seperti pada operasi cesar atau episotomi. Pembengkaan ini mungkin akan menyebabkan rasa sakit dan menimbulkan ketidaknyamanan. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai pembengkaan setelah persalinan dan bagaimana mengatasinya.

Apa penyebabnya?

Selama kehamilan, tubuh Anda mengandung lebih banyak air untuk bayi Anda. Setelah persalinan, air ini akan dilepaskan secara perlahan melalui keringat dan air kencing. Air tambahan inilah yang membuat Anda bengkak. Berikut ini adalah beberapa penyebab lain terjadinya pembengkaan pasca persalinan.

  1. Hormon

Penyebab paling umum terjadinya pembengkaan pascapersaliinan adalah hormon. Selama kehamilan, tubuh Anda memproduksi hormon progesterone dalam jumlah banyak. Progesteron yang berlebihan ini dapat menyebabkan retensi air dan natrium dalam tubuh Anda yang dapat menyebabkan pembengkaan setelah kelahiran si kecil.

  1. Rahim yang membesar

Ketika rahim Anda membesar seiring dengan pertumbuhan si kecil, pembesaran ini dapat menekan pembuluh darah yang mengalirkan darah Anda ke kaki dan membatasi aliran darah ke tubuh bagian bawah. Karena selama persalinan, tubuh Anda akan menyimpan cairan tambahan untuk mendukung pertumbuhan bayi Anda, setelah persalinan, tubuh Anda akan membutuhkan waktu untuk mengeluarkan dan mengurangi cairan tersebut.

  1. Proses persalinan

Tekanan yang ada selama kehamilan akan menyebabkan pembengkaan. Selain itu, saat Anda mengejan di proses persalinan, darah dan cairan di tubuh Anda akan berada dalam puncaknya. Hal ini nantinya dapat menyebabkan pembengkaan di jari, tangan, kaki, dan juga wajah. 

  1. Cairan Intra vena (infus)

Cairan Intra vena (IV) juga merupakan salah satu penyebab pembengkaan pascapersalinan. Sebagian besar wanita yang mengalami operasi caesar akan menerima obat obatan dan anesthesia melalui infus dan terkadang bahkan wanita yang melahirkan normal juga menerima beberapa intervensi berupa ptocin atau cairan tertentu melalui infus. Cairan tambahan ini akan menumpuk di tubuh Anda dan akan membutuhkan beberapa hari untuk keluar dari tubuh Anda.

Selain itu, pembengkaan dapat terjadi jika Anda berada di cuaca yang lembab dan panas, berdiri tegak di waktu yang lama, banyak beraktivitas sepanjang hari, mengkonsumsi sodium dan kafein dalam jumlah banyak, mempunyai pola makan rendah potasium.

Gejala edema pascapersalinan

Pembengkaan di area tangan dan kaki bisa berkisar daei ringan, sedang, atau ekstrim.

  • Kulit di tangan, kaki, dan area bengkak yang lain tampak meradang, merenggang, mengkilap, dan bengkak
  • Kulit akan tenggelam ketika Anda menekannya
  • Pembengkaan mungkin juga akan mempengaruhi area perut

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini adalah beberapa cara untuk meredakan atau mengurangi bengkak pasca persalinan.

  1. Hindari berdiri terlalu lama

Jika Anda harus berdiri untuk waktu yang lama, cobalah untuk beristirahat disela sela dan cobalah untuk mengangkat kaki Anda keatas saat kondisi memungkinkan untuk meningkatkan sirkulasi darah di kaki Anda.

C-Section? Apa yang Harus Dibawa?

Barang Yang Harus Dibawa

Momen kelahiran merupakan momen yang membahagiakan, namun, ada banyak yang harus Anda siapkan untuk menghadapi momen bahagia tersebut, termasuk barang-barang yang harus Anda bawa ke rumah sakit.