Trimester pertama adalah masa ketika seorang wanita sering mengalami kelelahan luar biasa, emosi yang labil, dan terjadinya berbagai sensasi baru ketika tubuhnya bergejolak dengan hormon.

Pijat sebenarnya bisa menjadi alat yang luar biasa untuk membantu klien Anda merasa lebih bersatu dan didasarkan pada pengalaman kehamilannya.

Titik-titik akupresur, kerja energi, dan pijatan dapat membantu mengurangi mual  dan meningkatkan  vitalitasnya. Pijat bisa

mendukung fisiologi wanita, meningkatkan fungsi hormonal dan mendukung perkembangan plasenta dan bayi yang sehat.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Trimester Kedua

Pada trimester kedua, perut menjadi besar. Risiko keguguran tertinggi telah berlalu dan wanita yang

sebelumnya mengalami keguguran pada trimester pertama, sekarang bernapas lega.

Hindari posisi telentang jika klien menjadi tidak nyaman.

Setelah 22 minggu, gunakan pose terlentang hanya untuk durasi pendek untuk spesifik

teknik dan hanya jika klien menerimanya dengan baik. Mulailah menggunakan posisi miring setelah 22 minggu, ketika perut tampak menonjol, atau kapan saja ibu merasa lebih nyaman seperti itu

Trimester Ketiga

Pada trimester ketiga, ibu-ibu sering merasa bersemangat dan antusias karena Ini adalah waktu yang tepat untuk menerima pijatan; banyak wanita datang untuk pijatan pertama mereka di trimester ini.

Penempatan hanya akan berada pada posisi miring, setengah berbaring, atau miring ke kiri. Posisi telentang hanya dapat digunakan untuk durasi yang sangat singkat yaitu 10 hingga 15 menit untuk teknik terapi tertentu, dan hanya jika klien merasa nyaman. Berfokuslah untuk menciptakan  ruang di tubuh wanita. Tawarkan teknik-teknik pendukung persalinan dalam 1 hingga 2 minggu terakhir kehamilan.

 

Nah, mari kita tinjau beberapa aspek praktis dasar yang merupakan bagian penting pada saat melakukan massage pada ibu hamil:

  1. Lingkungan Aman & nyaman: Buat ruang yang mampu menciptakan suasana nyaman sehingga terjalin komunikasi dan umpan balik yang jelas antara klien dan terapis.
  2. Sentuhan Lembut: Gunakan sentuhan dengan gerakan lamban, merata, dan konsisten yang mendorong sensasi relaksasi
  3. Perhatikan Mekanika Tubuh yang Benar: Gunakan mekanika tubuh yang tepat dan posisi klien untuk memastikan bahwa pemberi maupun penerima tidak mengalami ketegangan otot selama proses massage terjadi
  4. NAFAS: perhatikan nafas klien dan juga keselarasan nafas antara Anda dan klien Anda. napas dapat digunakan memfasilitasi relaksasi yang lebih dalam.
  5. Hidrasi: sediakan dan tawarkan segelas air setelah  pijatan atau bahkan disela sela pemijatan untuk membantu menyiram limbah seluler yang dikeluarkan selama pijatan, sehingga terhindar dari dehidrasi. Hal ini sangat penting dalam kehamilan, karena dehidrasi dapat menyebabkan iritabilitas dan kontraksi uterus yang dini.
  6. Hindari Heartburn: Anjurkan klien Anda menunggu setidaknya 2 jam setelah atau sebelum makan
  7. Hindari Tekanan pada tulang:
  8. Hindari tekanan secara langsung pada tulang, kecuali pada area sakrum, di mana tekanan langsung dapat bermanfaat selama kehamilan lanjut.