Gejala gatal pada anus, perih, dan sensasi panas di anus akan sering muncul. Bahkan, menyebabkan Anda susah buang air besar. Pada beberapa kasus, orang dengan kondisi ini perlu menjalani operasi untuk mengangkat ambeien supaya tidak menyebabkan komplikasi.

3. Wasir /ambeien eksternal (luar)

Wasir /ambeien eksternal (luar) terbentuk di bawah permukaan kulit di sekitar anus. Awalnya, jenis ambeien ini tidak terlihat. Namun, semakin lama pembengkakan akan menyebabkan benjolan berwarna keunguan.

Gejalanya sama dengan jenis ambeien lainnya. Biasanya nyeri muncul dengan tiba-tiba dan terasa konstan atau terus-terusan. Banyak pasien dengan ambeien luar merasa tidak nyaman seperti ada yang mengganjal setiap kali duduk.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Ambeien eksternal bisa meninggalkan bekas luka di kulit sehingga membuat kotoran yang keluar sering tersangkut jika tidak dibersihkan dengan benar. Jenis ini juga bisa memicu terjadinya infeksi kulit.

4. Wasir /ambeien trombosis

Jenis ambeien ini merupakan komplikasi dari ambeien, ketika gumpalan darah terbentuk pada benjolan. Kondisi ini dapat terjadi pada ambeien internal dan juga eksternal

Beberapa tanda yang akan dirasakan bila Anda mengalami ambeien trombosis antara lain:

  • sakit saat duduk, berjalan, atau buang air besar,
  • gatal-gatal di sekitar anus,
  • berdarah saat buang air besar, dan
  • anus membengkak atau tumbuh benjolan.
  • Aliran darah di sekitar anus yang terhambat akibat penggumpalan darah ini membuat suplai darah ke jaringan anus berkurangnya. Akibatnya, gejala ambeien akan jadi semakin parah dan bahkan bisa pecah

Wasir mungkin hanya terasa gatal, tetapi juga bisa menyakitkan. Dalam beberapa kasus, terutama setelah buang air besar, dapat menyebabkan pendarahan rektal. Jika Anda menderita wasir sebelum hamil, ada kemungkinan besar wasir akan kembali setelah melahirkan. Apa Penyebab Wasir Untuk ibu hamil atau pascapersalinan, wasir sering kali disebabkan oleh stres pada perineum pada bulan-bulan sebelum dan selama persalinan.

Pembuluh darah bekerja seperti katup untuk mendorong darah kembali ke jantung, dan ketika “katup” itu melemah, mereka bisa membengkak. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana stresnya sekian minggu “menggendong” bayi dan kemudian mendorong bayi keluar selama persalinan pervaginam, karena banyaknya tekanan pada pembuluh darah di area dasar pangul maka bisa memicu warir/ambeien tersebut. Selain itu, semua hormon yang melalui tubuh Anda selama kehamilan dan kelahiran memengaruhi cara kerja pembuluh darah ini. Ibu hamil mengalami peningkatan produksi hormon progesteron, yang juga menyebabkan pembuluh darah menjadi rileks. Karena beberapa alasan, ibu baru juga rentan mengalami sembelit setelah melahirkan. Hal ini dapat memulai lingkaran setan dari kebutuhan untuk memberikan tekanan untuk buang air besar, mengalami flare-up dari wasir, takut harus wasirnya kumat, dan akhirnya menunda dan menahan untuk buang air besar, yang kemudian menyebabkan tinja semakin mengeras. dan demikian seterusnya muter muter begitu