Selama ini ada banyak sekali mitos dan miskonsepsi mengenai vagina, contohnya, masih banyak orang yang percaya bahwa apabila vagina Anda longgar dan kehilangan elastisitas, maka vagina tersebut akan menjadi longgar selamanya. Hal ini tentunya tidak benar.

Pada dasarnya, tidak ada yang namanya vagina “longgar”. Vagina Anda mungkin akan berubah seiring bertambahnya usia dan setelah melahirkan, namun vagina Anda tidak akan menjadi “longgar” secara permanen. Mitos mengenai vagina “longgar” pada mulanya ada dan digunakan sebagai cara untuk mempermalukan para wanita mengenai kehidupan seksualnya. Istilah ini biasanya dipakai untuk mendiskripsikan wanita yang berhubungan seksual dengan lebih dari satu pria, dan bukan untuk mendiskripsikan wanita yang seringkali berhubungan seksual dengan pasangannya. Namun, terlepas dari hal itu, pada kenyataanya, tidak peduli dengan siapa Anda berhubungan seksual atau berapa sering Anda berhubungan seksual, penetrasi tidak akan menyebabkan vagina Anda kehilangan elastisitasnya secara permanen.

Vagina terbuat dari jaringan yang sangat elastis yang didukung oleh serangkaian otot di dasar panggul. Panjang dan lebar saluran vagina dapat sangat beragam setiap orang. Ukuran dan bentuknya juga dinamis dan berubah sepanjang siklus. Jaringan vagina ini dapat meregang dan kemudian kembali ke ukuran yang sama. Vagina Anda mungkin akan sedikit berubah seiring bertambahnya usia dan setelah melahirkan, tetapi perubahan tersebut seringkali terjadi akibat adanya perubahan pada otot dasar panggul. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai otot dasar panggul, klik disini. Penggunaan gelas menstruasi, tampon dan hubungan seksual yang dilakukan secara sering tidak dapat  mengubah ukuran vagina, atau berdampak pada kenikmatan seksual.

panduan-audio-hypnofertility-ads

Kerapetan vagina pada umumnya ditentukan oleh otot-otot dasar panggul di sekitar vagina. Saat Anda merasa terangsang, otot-otot ini akan menjadi rileks, membuat vagina Anda menjadi tidak terlalu sempit, atau “lebih longgar”. Ketika Anda merasa cemas, otot-otot ini akan menjadi lebih aktif dan bekontraksi, membuat vagina Anda menjadi sempit atau “lebih kencang.”

Vagina yang “rapet” belum tentu merupakan hal yang baik