Selain kesiapan secara fisik, Anda juga harus memikirkan kesiapan mental Anda, terutama mengingat bahwa Anda masih harus menyesuaikan diri dengan datangnya si kecil. Ditambah lagi, setelah persalinan, terdapat perubahan hormon yang besar di tubuh Anda yang dapat membuat Anda lebih mudah merasa lelah dan tidak “mood” untuk berhubungan seksual. Ingatlah mengkomunikasikan hal ini terlebih dahulu dengan pasangan Anda sebelum Anda memutuskan untuk kembali melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda.

Apakah rasanya akan berbeda dari sebelumnya?

Setiap wanita memiliki pengalaman seks yang berbeda setelah persalinan, dari sedikit sensitif, sedikit tidak nyaman sampai sangat sakit (postpartum dyspareunia). Setelah persalinan, vagina Anda mungkin akan berasa lebih longgar dari biasanya (untuk mengetahui lebih lanjut mengeni vagina longgar, klik disini). Hal ini biasanya dapat diatasi dengan memperkuat otot dasar panggul Anda dengan melakukan latihan kegel secara rutin (untuk mengetahui lebih lanjut mengenai latihan kegel, klik disini). Apabila Anda mengalami robekan selama proses persalinan atau melahirkan dengan operasi sesar, lakukanlah scar massage pada bekas luka Anda untuk mengatasi ketidak nyamanan pada bekas luka Anda. Berikut ini adalah petunjuk untuk melakukan scar massage.

panduan-audio-hypnofertility-ads

 

Selain itu, setelah persalinan, Anda akan mengalami perubahan tingkat hormon esterogen dan progesteron. Saat Anda hamil, tingkat kedua hormon ini akan sangat tinggi, namun kedua hormon ini akan turun secara drastis segera setelah Anda melahirkan, ditambah lagi apabila Anda sedang menyusui. Hal ini akan membuat vagina Anda lebih kering dari biasanya dan membuat dinding vagina Anda menjadi lebih tipis dan kaku. Hal ini dapat membuat seks menjadi tidak nyaman dan mungkin menyakitkan. Untuk mengatasinya, Anda dapat memakai pelumas. Namun, apabila Anda masih merasa sakit bahkan setelah menggunakan pelumas, komunikasikanlah dengan pasangan Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak perlu membuktikan apapun pada pasangan Anda dan bahwa seks bukanlah “tugas” Anda. Komunikasi, adaptasi dan kesepakatan bersama baik secara fisik maupun emosional tetaplah nomer satu.